30. 70 Tahun PBB, Ketika Soekarno Pilih Hengkang karena Malaysia

Presiden RI pertama Ir. Soekarno (Foto: SINDO)

Presiden RI pertama Ir. Soekarno (Foto: SINDO)

MEREFLEKSIKAN 70 tahun “lahirnya” Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tak lekang ingatan soal catatan sejarah, di mana negara ini, Republik Indonesia, memilih hengkang dari lembaga internasional terbesar yang berdiri pasca-Perang Dunia II tersebut.

Gara-garanya, Presiden pertama RI, Ir Soekarno, tak sudi berada satu atap sebagai anggota PBB, apalagi melihat Negeri Jiran yang terlibat persengketaan dengan Indonesia itu, masuk ke Dewan Keamanan PBB.

Awalnya, ancaman itu sudah lebih dulu dilayangkan langsung di hadapan Majelis Umum PBB, 30 September 1960. Alasannya, Putra Sang Fajar merasa PBB masih belum punya visi mengentaskan apa yang jadi alasan PBB didirikan pada 24 Oktober 1945 atau 70 tahun silam.

“Oleh karenanya, jikalau PBB sekarang, PBB yang belum diubah, yang tidak lagi mencerminkan keadaan sekarang, jikalau PBB emnerima Malaysia menjadi anggota Dewan Keamanan, kita, Indonesia, akan keluar. Kita akan meninggalkan PBB sekarang!” seru Soekarno, seperti dikutip buku ‘Sejarah Nasional Indonesia: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia’.

Pembicaraan demi pembicaraaan tak menghasilkan sesuatu yang diinginkan Soekarno. Malaysia pun tetap masuk jadi anggota DK PBB. Suatu hal yang memicu puncak kegeraman Soekarno.

“Sekarang, karena ternyata bahwa Malaysia diterima menjadi anggota Dewan Keamanan, saya menyatakan bahwa Indonesia keluar dari PBB!” ketus Soekarno yang dilayangkan secara spontan pada 7 Januari 1965.

Indonesia pun resmi keluar pada 13 hari kemudian, via surat dari Menteri Luar Negeri saat itu, Dr Soebandrio tertanggal 20 Januari 1965 kepada Sekjen PBB, U Thant. Dengan begitu, Indonesia pun otomatis keluar pula dari beberapa badan di bawah naungan PBB, macam UNESCO, UNICEF dan FAO.

Sementara untuk menjelaskan sejumlah alasannya meninggalkan PBB, Soekarno juga menulis surat untuk sejumlah kepala negara sahabat. Tapi keluarnya Indonesia dari PBB tak berlangsung lama.

Seiring peristiwa berdarah 30 September dan 1 Oktober 1965, rezim Soekarno pun tumbang. Indonesia yang kemudian dinakhodai Soeharto, memutuskan kembali ke pangkuan PBB.

Lewat pesan pada Sekjen PBB, 19 September 1966, Indonesia menyatakan keinginannya untuk kembali jadi anggota PBB. Keinginan Indonesia itu disambut hangat pada Majelis Umum PBB pada 28 September 1966.

Selain kembali mengikuti sidang, Indonesia pun seterusnya kembali mengirimkan pasukannya untuk berbagai misi perdamaian, setelah sempat tiga kali mengirim Kontingen Garuda (KONGA) sebelum memutuskan keluar dari PBB.

sumber: http://news.okezone.com/read/2015/10/23/18/1237199/70-tahun-pbb-ketika-soekarno-pilih-hengkang-karena-malaysia

Iklan

29. Ini Alasan Orang Campurkan Garam ke Kopi

Ini Alasan Orang Campurkan Garam ke Kopi

 Kopi diberi garam (Foto:Metro)

MUNGKIN Anda pernah melihat orang menambahkan sedikit garam ke kopi mereka atau bahkan Anda sendiri sudah melakukannya. Sebenarnya apa tujuannya?

Sama seperti garam memberikan rasa pada masakan, ternyata ini juga yang terjadi ketika garam ditaburkan sedikit ke dalam seduhan kopi.

Tidak hanya itu, garam ternyata juga memiliki fungsi untuk mengurangi sedikit pahit dari kopi. Demikian temuan sebuah studi di Nature.

Hal ini karena kandungan natrium ion dalam garam. Kandungan itu mengurangi sedikit rasa pahit dari kopi dan meningkatkan kenikmatan kopi itu sendiri.

Biasanya orang akan menambahkan garam dalam seduhan kopi yang berasal dari kopi instan yang harganya murah sehingga rasanya kurang begitu nikmat. Tentu saja garam tidak akan membuat kopi menjadi asin karena Anda hanya perlu membubuhkannya sedikit saja.

sumber: Okezone.com

28. Terbaik di Asia, Indonesia Wakilkan Dua Bandara

Terbaik di Asia, Indonesia Wakilkan Dua Bandara

Terbaik di Asia, Indonesia wakilkan dua bandara (Foto: Okezone)

SITUS sleepinginairports baru-baru ini mengeluarkan hasil survey terbaru tentang bandara terbaik di dunia. Indonesia wakilkan dua bandara.

Bandara yang masuk dalam 10 besar disebut merupakan bandara yang kebersihan, kenyamanan dan layanannya sangat baik.

Beberapa dari bandara bahkan telah memiliki bioskop, museum dan memberikan layanan wisata keliling kota gratis.

Bandara terbaik di Asia masih dipegang oleh Bandara Internasional Changi Singapura yang juga memegang penghargaan terbaik dunia tahun ini. Hampir dua dekade Singapura selalu memegang dua penghargaan tersebut.

Bandara Changi menawarkan lingkungan yang menyenangkan dan menghibur. Fasilitas yang lengkap dan kebersihan dalam level tinggi membuat Changi konsisten terpilih di posisi pertama.

Sementara di posisi kedua adalah Bandara Internasional Incheon Korea Selatan. Banyak pengunjung yang memuji bandara ini karena menyediakan berbagai fasilitas gratis, dari Wi-Fi gratis hingga tempat duduk yang sangat nyaman dan memanjakan wisatawan.

Di posisi ketiga adalah Bandara Internasional Haneda Jepang yang merupakan bandara tersibuk keempat di Asia.

Thailand dan Indonesia tidak masuk ke dalam 10 besar. Sementara tiga bandara India mengisi posisi berurutan dari nomor delapan hingga 10.

Dua bandara Indonesia, yakni Bandara Internasional Kualanamu Medan dan Bandara Internasional Juanda Surabaya masing-masing menduduki peringkat 22 dan 26 saja.

Berikut 30 besar bandara terbaik di Asia 2015 dari Airport Survey:

1. Singapore Changi International Airport, Singapore (SIN)

2. Seoul Incheon International Airport, South Korea (ICN)

3. Tokyo Haneda International Airport, Japan (HND)

4. Taipei Taoyuan International Airport, Taiwan (TPE)

5. Hong Kong International Airport, Hong Kong (HKG)

6. Kuala Lumpur International Airport, Malaysia (KUL)

7. Osaka Kansai International Airport, Japan (KIX)

8. New Delhi Indira Gandhi International Airport, India (DEL)

9. Hyderabad Rajiv Gandhi International Airport, India (HYD)

10. Mumbai Chhatrapati Shivaji International Airport, India (BOM)

11. Bangkok Suvarnabhumi Airport, Bangkok (BKK)

12. Tokyo Narita International Airport, Japan (NRT)

13. Koh Samui Airport, Thailand (USM)

14. Trivandrum International Airport, India (TRV)

15. Cochin International Airport, India (COK)

16. Lahore Allama Iqbal International Airport, Pakistan (LHE)

17. Bangalore Bengaluru International Airport, India (BLR)

18. Mactan–Cebu International Airport, Philippines (CEB)

19. Kolkata Netaji Subhas Chandra Bose International Airport, India (CCU)

20. Karachi Jinnah International Airport, Pakistan (KHI)

21. Iloilo International Airport, Philippines (ILO)

22. Kualanamu International Airport, Indonesia (KNO)

23. Da Nang International Airport, Vietnam (DAD)

24. Clark International Airport, Philippines (CRK)

25. Baku Heydar Aliyev International Airport, Azerbaijan (GYD)

26. Surabaya Juanda International Airport, Indonesia (SUB)

27. Penang International Airport, Malaysia (PEN)

28. Hanoi Noi Bai International Airport, Vietnam (HAN)

29. Beijing Capital International Airport, China (PEK)

30. Kota Kinabalu International Airport, Malaysia (BKI)

sumber: okezone.com

27. Hadapi Juara Dunia, Maria Febe Nothing to Lose

Maria Febe nothing to lose hadapi Marin (foto: Heru Haryono/Okezone)

Maria Febe nothing to lose hadapi Marin (foto: Heru Haryono/Okezone)

PARIS – Maria Febe Kusumastuti akan tampil nothing to lose saat menghadapi juara dunia, Carolina Marin, di perempatfinal French Open 2015. Kondisi kakinya memang sedang lecet, namun dia tetap berharap bisa mengeluarkan permainan terbaiknya.

“Saya mau main nothing to lose. Mungkin saja hasilnya seperti kemarin, enggak ada yang tahu. Main semampu saya dan tetap fokus poin per poin karena lecet di kaki saya juga masih sakit,” kata Febe di laman resmi PBSI, Jumat (23/10/2015).

ADVERTISING

Febe dan Marin saling berhadapan. Pertemuan tersebut terjadi di Indonesia Open 2014. Saat itu srikandi Indonesia dibekuk dua set langsung dengan 21-11 dan 21-18.

Adapun saat main di Paris sejak babak pertama, Febe sudah harus banting tulang mengempaskan lawan-lawanya. Febe menyatakan luka di kakinya sangat mengganggu pergerakan di lapangan. Namun, hal itu justru membuatnya tampil tanpa beban.

Febe justru bisa terus menang dan melaju hingga perempatfinal. Di babak pertama, Febe mengalahkan Beatriz Corrales melalui tiga set: 19-21, 21-12, dan 21-17. Kemudian di babak dua, Febe menghentikan langkah wakil Malaysia, Tee Jing YI. Dia pun kembali harus menyudahi laga dengan tiga set: 17-21, 21-8, dan 21-14.

“Kaki saya sebenarnya lagi lecet dari kemarin. Saya mau main juga lumayan kesulitan dari kemarin, karena saat lari di lapangan terasa sakit tergesek. Di babak dua ini saya mainnya nothing to lose. Melihat kondisi saya seperti ini, sudah enggak ada kemungkinan buat bisa menang,” ujar Febe.

“Jadi mainnya santai saja, enggak terlalu terburu-buru. Tapi pas main di lapangan malah dia yang enggak enak kena bola saya. Saya hanya berusaha bagaimana caranya enggak banyak lari. Karena kalau lari kaki saya semakin tergesek sepatu dan sakit,” jelas Febe mengenai laganya dengan Tee.

sumber: http://sports.okezone.com/read/2015/10/23/43/1237013/hadapi-juara-dunia-maria-febe-nothing-to-lose

26. Tiga Wakil Indonesia ke Semifinal Prancis Terbuka

Praveen Jordan (kanan) dan Debby Susanto (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)
Praveen Jordan (kanan) dan Debby Susanto (ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana)

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Indonesia menyisakan tiga wakilnya pada semifinal Prancis Terbuka 2015. Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, dan Praveen Jordan/Debby Susanto menjadi wakil Indonesia pada empar besar.

Hendra/Ahsan menjadi yang pertama mengamankan tempat di semifinal turnamen yang digelar di Stade Pierre de Coubertin ini. Ganda putra terbaik Indonesia ini berhasil menaklukan pasangan Taiwan, Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin21-12 dan 21-19 dalam tempo 31 menit pada Jumat (23/10) waktu setempat.

Ini baru kali pertama unggulan dua dunia ini berhadapan dengan peringkat 26 dunia tersebut di lapangan.

Di semifinal, Hendra/Ahsan akan berhadapan dengan wakil Denmark Mads Conrad-Petersen/Mads Pieler Kolding. Dengan pasangan peringkat sembilan dunia itu, Hendra/Ahsan telah dua kali bertemu dan selalu memenangkan pertandingan.

Selanjutnya, kemenangan di perempat final juga ditorehkan oleh pasangan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari. Pasangan peringkat empat dunia ini mengandaskan peringkat 31 asal Korea, Chae Yoo-jung/Kim So-yeong, dalam dua gim 21-12 dan 21-17.

Pertandingan yang berlangsung selama 42 menit itu merupakan pertemuan kedua Greysia/Nitya dan Chae/Kim. Sebelumnya, mereka berhadapan di All England 2015. Saat itu Greysia/Nitya menang dua gim langsung 21-17, 21-19 atas lawan Negeri Ginseng itu.

Di semifinal, pasangan juara Korea Terbuka 2015 ini akan berhadapan dengan unggulan dua dunia asal Cina Luo Ying/Luo Yu. Meski di atas kertas Luo/Luo lebih diunggulkan, namun rekor pertemuan masih berpihak pada Greysia/Nitya. Dari lima pertemuan sebelumnya, Greysia/Nitya unggul 4-1 dari Luo/Luo.

Dari nomor ganda campuran, pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto melenggang ke semifinal usai mengalahkan unggulan tiga asal Cina Xu Chen/Ma Jin. Pasangan peringkat sembilan dunia ini unggul rubber gim 21-8, 19-21, dan 23-21.

Di semifinal, keduanya akan berhadapan dengan peringkat delapan asal Cina, Huang Yaqiong/Lu Kai. Mereka sudah dua kali bertemu dengan rekor pertemuan imbang 1-1. Terakhir, keduanya bertemu di Yonex Sunrise India Open 2015 dengan kemenangan di tangan Praveen/Debby 21-23 dan 12-21.

Sementara itu, wakil Indonesia di nomor tunggal putri, Maria Febe Kusumastuti, harus mengubur asa. Pertarungan di perempat final memang dirasa berat bagi Febe yang berhadapan dengan pemain ranking satu dunia Carolina Marin. Pemain asal Spanyol itu mengalahkan Febe dalam dua gim pertandingan 21-16 dan 21-10.

Sebelumnya, Febe pernah berhadapan dengan Marin di BCA Indonesia Open Super Series Premier. Saat itu, peringkat 33 dunia ini juga kalah dari Marin, 11-21 dan 18-21.

sumber: http://www.republika.co.id/berita/olahraga/raket/15/10/24/nwp6o4348-tiga-wakil-indonesia-ke-semifinal-prancis-terbuka

25. Rebonding, Bagaimana Batasan Secara Syariat?

Rebonding
Rebonding

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Sudah fitrahnya kaum hawa untuk tampil cantik dan menarik, apalagi urusan rambut yang menjadi mahkotanya. Produk dan jasa kecantikan pun menawarkan rambut yang di-rebonding. Awalnya keriting bisa menjadi lurus. Namun, bagaimanakah batasan syariat mengatur hal ini?

Memang ditemui perbedaan pendapat ulama dalam hal ini. Pendapat yang membolehkan sebagaimana difatwakan ulama-ulama kontemporer baik di Timur Tengah maupun tanah air. Fatwa MUI tahun 2010 terkait rebonding rambut ini juga memperbolehkan. Asalkan, tujuan dari rebonding tersebut dalam rangka berhias untuk suami.

Bahan-bahan yang dipakai harus halal dan baik, dan proses rebonding tidak membahayakan atau merusak rambut. Para ulama yang membolehkan berdalil soal urusan rebonding rambut adalah perkara muamalah yang boleh hukumnya selama tidak ada dalil yang melarangnya.

Persoalan rebonding dan smoothing juga belum ada di zaman salafus shalih, jadi mustahil ada dalil pelarangannya. Hukum dalam masalah ini hanya berasal dari ijtihad ulama mu’ashirah yang posisinya tentu tak sekuat Alquran dan sunah. Dalam penentuan halal-haramnya, MUI lebih mempersoalkan tujuan dari rebonding itu sendiri.

Apabila tujuan rebonding tersebut untuk merawat tubuh, menjaga keindahan sebagai makhluk Allah, serta menyenangkan hati suami, maka hal ini diperbolehkan bahkan mendapat pahala dari Allah. Sebaliknya, jika ditujukan untuk meng goda lawan jenis dengan tujuan maksiat, sudah tentu diharamkan. Mengacu kepada hadis Rasulullah SAW, “Setiap amal tergantung dari niatnya.” (HR Bukhari Muslim).

Sementara, kalangan yang mengharamkan berdalil bahwa rebonding termasuk perbuatan mengubah ciptaan Allah SWT. Forum Bathsul Masa’il Pondok Pesantren Putri (FMP3) se-Jawa Timur secara tegas menfatwakan haramnya rebonding dan smoothing rambut. Menurut mereka, ada proses kimiawi dalam proses perawatan rambut tersebut yang masuk dalam istilah la tabdila li khalqillah (larangan mengubah ciptaan Allah).

Perlu dipahami, proses rebonding yakni melumuri rambut dengan krim berbahan kimia, mencatok, hingga menyetrika rambut dengan alat pelurus rambut bersuhu tinggi. Tak dimungkiri, krim berbahan kimia tersebut masuk dan mengubah struktur protein dalam rambut yang disebut keratin. Bahan kimia ini mengubah keratin yang terdiri dari unsur sistin (cystine), yakni senyawa asam amino yang memiliki unsur sulfida yang melahirkan rambut lurus atau keriting.

Jembatan disulfida ini yang membuat molekul mempertahankan bentuk-bentuk tertentu. Pada proses rebonding, pemberian krim ter tentu bertujuan untuk memutus jembatan disulfida itu sehingga bentuk rambut yang keriting menjadi lurus. Proses rebonding menghasilkan perubahan permanen pada rambut yang terkena aplikasi. Namun, rambut baru yang tumbuh dari akar rambut akan tetap mempunyai bentuk rambut yang asli.

Rebonding bukan pelurusan rambut biasa yang hanya menggunakan perlakuan fisik, tapi juga menggunakan perlakuan kimiawi yang mengubah struktur protein dalam rambut secara permanen. Alasan inilah yang membuatnya ter masuk dalam larangan Allah SWT dalam Alquran, “Dan aku (setan) akan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu mereka benar- benar mengubahnya.” (QS an-Nisa’ [4]: 119). Ayat ini menegaskan, perbuatan mengubah ciptaan Allah adalah bisikan setan.

Rebonding dan smoothing secara fakta telah mengubah struktur protein dalam rambut secara permanen sehingga mengubah sifat atau bentuk rambut asli menjadi sifat atau bentuk rambut yang lain. Sah sekali perbuatan ini diharamkan, berdalil dengan keumuman ayat tersebut.

Perbuatan mengubah ciptaan Allah adalah perkara yang dilaknat dalam Islam. Hadis dari Ibnu Mas’ud RA mengatakan, Allah melaknat wanita yang menato dan yang minta ditato, yang mencabut bulu alis dan yang minta dicabutkan bulu alisnya, serta wanita yang merenggangkan giginya untuk kecantikan, mereka telah mengubah ciptaan Allah.” (HR Bukhari).

Hadis ini menegaskan, mengubah ciptaan Allah dengan tujuan untuk kecantikan tidak bisa dibe narkan. Rebonding bisa diqiyaskan dengan perbuatan-perbuatan yang disebutkan dalam hadis ini karena adanya kesamaan illat, yaitu mencari kecantikan dengan mengubah ciptaan Allah.

Soal penafsiran hadis ini, Abu Ja’far Ath- Thabari berpendapat, hadis ini menjadi dalil bahwa wanita tidak boleh mengubah sesuatu dari apa saja yang diciptakan Allah untuknya. Larangan ini mencakup sifat pada sesuatu itu dengan me nambah atau mengurangi, untuk mencari kecantikan, baik untuk suami maupun untuk selain suami. Demikian ditulis Imam Syaukani dalam Nailul Authar (10/156).

Belum lagi proses pasca-rebonding yang meng haruskan rambut tersebut tak boleh dicuci selama beberapa hari. Tentu hal ini menghalangi kesempurnaan wudhu, apalagi jika orangnya junub yang mengharuskannya mandi janabah.

Pendapat yang moderat dari kedua pendapat ini mengatakan, rebonding dapat diperbolehkan jika tanpa melalui proses kimiawi, misalkan dengan menggunakan rol plastik atau yang semi- salnya. Intinya, tidak mengubah rambut secara permanen dengan proses kimiawi.

Meluruskan rambut dengan rol rambut tersebut dibolehkan karena termasuk dalam bab tazayyun (berhias). Pada dasarnya, menjaga kecan- tikan rambut dipandang berpahala. Rasulullah SAW bersabda, “Sesiapa yang memiliki rambut hendaklah dia muliakannya.” (HR Abu Daud). Namun, tentu saja perawatannya juga harus baik dan berada dalam koridor Islam. Wallahu’alam.

sumber: republika.co.id

24. Indonesia dan Afsel Kerja Pimpin IORA hingga 2017

Menlui RI Retno Marsudi dan Menlu Australia Julie Bishop dalam pertemuan IORA di Padang, Sumatera Barat. (Foto: Twitter Kemlu RI)

Menlui RI Retno Marsudi dan Menlu Australia Julie Bishop dalam pertemuan IORA di Padang, Sumatera Barat. (Foto: Twitter Kemlu RI)

PADANG – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, secara resmi menerima penyerahan kepemimpinan Asosiasi Lingkar Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association/ IORA) dari Australia untuk periode 2015 sampai 2017.

Penyerahan kepemimpinan itu diserahkan dalam pertemuan Dewan Menteri (Council of Minister/COM) IORA di Padang, Sumatera Barat, Jumat (23/10/2015).

“Kita berkumpul di sini hari ini untuk memanfaatkan berbagai peluang yang ada dan membahas kepentingan kita bersama di Samudera Hindia,” demikian disampaikan Menlu Retno dalam pidato pembukaannya seperti dilansir dari keterangan pers yang diterima Okezone, Jumat (23/10/2015).

Kepemimpinan Indonesia di IORA dalam dua tahun mendatang mengetengahkan tema “Perkuatan Kerja sama Maritim di Kawasan Samudera Hindia yang Damai dan Stabil,” yang dirasa penting bagi pemanfaatan sumber daya laut dan peningkatan kesejahteraan negara-negara anggota IORA.

Indonesia akan bekerja sama dengan Afrika Selatan (Afsel), sebagai Wakil Ketua IORA periode 2015-2017 dan seluruh anggota IORA untuk menindaklanjuti berbagai proyek dan inisiatif di bawah enam prioritas bidang kerja sama IORA.

Selain itu Indonesia juga menyampaikan beberapa inisiatif kerja sama baru yang ditujukan untuk peningkatan kapasitas negara-negara anggota IORA, seperti Business Innovative Center yang merupakan kerja sama pendidikan diplomat negara-negara anggota IORA dan Indian Ocean Dialogue ketiga

“Kerja sama di IORA telah memungkinkan kita untuk menggali sejumlah potensi dan meningkatkan kapasitas negara-negara di kawasan ,” tegas Menlu Retno.

Selama masa kepemimpinannya, Indonesia juga akan berusaha memperkuat kelembagaan IORA dan mendorong regionalisme di Samudera Hindia.

Usaha tersebut akan coba diwujudkan dengan pembentukan IORA Concord, yang rencananya dapat diadopsi pada ulang tahun IORA ke-20 yang jatuh pada Maret 2017. Indonesia juga berencana untuk mengadakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) IORA yang pertama pada tahun yang sama.

sumber: okezone.com

23. Sejarah Singkat Berdirinya PBB

Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (Foto: United Nations)

Logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (Foto: United Nations)

NEW YORK – Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang diadopsi dan ditandatangani pada 26 Juni 1945 siap untuk ditegakkan. Piagam tersebut sebelumnya ditandatangani pada Konferensi San Fransisco oleh perwakilan lebih dari 50 negara. Pada 24 Oktober 1945, PBB pun resmi didirikan.

PBB lahir atas kebutuhan untuk menengahi konflik yang terjadi di dunia internasional lewat jalur negosiasi. Adanya Perang Dunia II mendorong Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Uni Soviet merumuskan Deklarasi PBB pada Januari 1942. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh 26 negara untuk menekan Jerman, Italia, dan Jepang yang menjadi pelaku perang.

Deklarasi akhirnya dilanjutkan dengan perumusan Piagam PBB pada konferensi di San Fransisco yang diselenggarakan 25 April 1945. Konferensi ini dipimpin Presiden AS Franklin Roosevelt, PM Inggris Winston Churchill, dan pemimpin Uni Soviet Joseph Stalin. Konferensi dihadiri 50 negara dari berbagai benua.

Konferensi meletakkan dasar pendirian sebuah organisasi internasional. Tujuan didirikannya organisasi pun dirumuskan sebagai berikut:

1. Menyelamatkan generasi masa depan dari perang.

2. Menegaskan kembali iman dalam hak asasi manusia.

3. Membangun penghormatan terhadap perjanjian internasional.

4. Mempromosikan kemajuan sosial dan standar hidup yang lebih baik.

Dua tujuan lain dalam piagam tersebut adalah untuk menghormati prinsip-prinsip persamaan hak dan penentuan nasib sebagai bangsa merdeka. Tujuan awal adalah untuk mencegah negara-negara kecil menjadi sasaran penjajahan raksasa komunis pascaperang.

Sekarang setelah perang berlalu, negosiasi dan memelihara perdamaian dunia adalah tanggung jawab utama Dewan Keamanan PBB.

sumber: http://news.okezone.com/read/2015/10/23/18/1236973/sejarah-singkat-berdirinya-pbb

22. Segudang Manfaat Ikuti OSN Pertamina

ilustrasi (Foto: Ist)

ilustrasi (Foto: Ist)

PT Pertamina kembali menggelar OSN Pertamina 2015. Ini merupakan kompetisi ilmiah ke-8 kalinya, yang ditujukan kepada para mahasiswa S1 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia, dan tahun ini merambah negara-negara anggota ASEAN. Melalui kompetisi ini, peserta berkesempatan untuk saling unjuk hasil riset dan inovasi mereka di bidang sains.

Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi siswa dalam menunjukkan hasil riset dan inovasi di bidang sains. Namun lebih dari itu, ajang ini juga memberi kesempatan kepada peserta untuk berbagi ilmu dan saling menebar inspirasi.

Hal inipun diakui Yudha Anugrah Putra, juara kedua Olimpiade Sains Nasional (OSN) Pertamina 2014 yang menjadi wakil Republik Indonesia dalam Asia-Africa Smart City Summit. Menurutnya, pengalaman berkompetisi di OSN selalu menjadi pendorong dan penyemangat baginya untuk menciptakan karya yang lebih baik.

“Kita jadi sadar sebagai putra bangsa masih banyak yang harus kita lakukan. Selain itu, melalui ajang ini saya juga berkesempatan belajar untuk berbagi dan menginspirasi orang-orang sekitar,” ujar mahasiswa Fakultas Teknik Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Surabaya, ini.

Diketahui, Yudha mengakui, ikut serta dalam ajang ini akan juga membuka peluang siswa untuk mencetak prestasi di level yang lebih tinggi, yakni kompetisi sains tingkat dunia. Ilmu dan pengalaman yang diterimanya dalam keikutsertaan dalam OSN Pertamina memacunya terus berkembang sebagai pribadi dan menghasilkan karya-karya inovatif.

Di ajang OSN Yudha juga merupakan juara II kategori proyek sains aplikasi perangkat lunak (APL). Yudha dan timnya keluar sebagai salah satu pemenang lewat karya Smart Switch 1.0:, yang merupakan Sistem Controlling dan Monitoring Penggunaan Energi Listrik secara Online dan Real Time melalui Aplikasi Mobile Berbasis Teknologi Zigbee Wireles. Karyanya ini masih dikembangkan agar bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya rasa kompetisi tahun ini lebih ketat karena temanya sudah ditetapkan. Kami beruntung tahun lalu masih diberi kesempatan untuk mengikuti kategori aplikasi perangkat lunak, dan pengalaman ini sangat berharga dalam perjalanan meraih cita-cita saya,” jelasnya.

Selain berkesempatan melihat aneka rupa hasil riset dan inovasi yang menginpirasi, Yudha pun mengaku gembira bisa berkenalan dengan mahasiswa dari berbagai daerah. Perkenalan tersebut dinilai sangat menambah wawasannya tentang kebudayaan Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.

Terlebih di sela kompetisi, Pertamina mengajak para peserta OSN 2014 berkunjung ke Museum Nasional, Kraton Cirebon dan Museum Energi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta.

“Ikut OSN Pertamina kita juga jadi tahu banyak tentang Indonesia, sejarah dan kondisinya sekarang. Ini yang jarang kita dapatkan dari lomba-lomba lainnya. Ada kesempatan ikut OSN, jangan disia-siakan,” papar Yudha.

Pengalaman serupa diungkapkan Alan Dwi Prasetyo, juara nasional OSN Pertamina 2014 kategori proyek sains APL. Dia mengatakan, manfaat positif mengikuti kompetisi OSN Pertamina yaitu semangat yang semakin kuat untuk terus berkarya menghasilkan terbaik dan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Pengalaman yang didapat sangat berkesan. Kita bisa berteman dengan orang-orang yang luar biasa pintar sekaligus mendapatkan pengetahuan baru. Misalnya, bagaimana pengetahuan menulis yang baik dan benar dan cara mempresentasikan ide dengan baik,” ujar mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, ini.

Alan bersama rekan tim menjuarai OSN 2014 dengan karyanya Celengan Limbah (Celi). Celi adalah aplikasi berbasis mobile dan website yang bisa digunakan nasabah bank sampah dan bank sampah berkomunikasi dalam pendistribusian sampah. Aplikasi itu telah diterapkan Bank Sampah Brontokusuman Yogyakarta.

Kepada para peserta OSN Pertamina 2015 kategori proyek sains, Alan menyarankan agar mereka menciptakan proyek-proyek yang kreatif dan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. “Harus berani tampil beda dengan proyek kreatif yang bermanfaat positif,” imbuhnya.

sumber: okezone.com

21. 28 Tahun Kelola Starbucks, Howard Schultz Sukses Jadi Miliarder

\28 Tahun Kelola Starbucks, Howard Schultz Sukses Jadi Miliarder\

Ilustrasi: (Foto: Reuters)

JAKARTA – Selama 28 tahun kariernya membesarkan kedai kopi Starbucks, miliarder Howard Schultz telah membuat Starbucks menjadi sangat sukses.

Kini, sebanyak 21 ribu toko Starbucks telah berdiri di 65 negara. Walau tidak ada satu toko pun yang berada di Italia, tempat dia mendapat inspirasi akan format Starbucks yang sekarang ini.

“Saya selalu terdorong (termotivasi) dan lapar,” kata Schultz, dilansir dari Businessinsider.

“Lama setelah orang lain telah berhenti untuk beristirahat dan recovery, saya masih berlari, mengejar sesuatu yang tidak orang lain tidak lihat,” tambah dia.

Starbucks pun tidak berhenti tumbuh dan berkembang. Kini, nilai sales penjualannya telah naik hingga mencapai USD16 miliar.

Begitu juga dengan kekayan yang dimiliki Schultz. Kini, dia mengantongi kekayaan sebesar USD3 miliar.

sumber: http://economy.okezone.com/read/2015/10/23/213/1237069/28-tahun-kelola-starbucks-howard-schultz-sukses-jadi-miliarder